Showing posts with label Personal. Show all posts
Showing posts with label Personal. Show all posts

Thursday, June 18, 2009

kabar

Ada banyak kisah yang terjadi dalam seminggu ini.Tidak hanya kisah kesukaan tapi juga kisah kedukaan. Semuanya silih berganti memberikan warna-warna yang indah dalam hidup. Apalah artinya hidup kalau semuanya hanya tentang yang "indah". Bukankah saat kita menderita kita menjadi tahu apa artinya kebahagiaan? Berterima kasihlah kepada penderitaan. karena tanpa itu hidup tidak akan pernah lebih indah.

Kabar pertama datang dari salah seorang dokter jantung di Jakarta yang mengabarkan kalau saat ini Indonesia sedang mengembangkan obat Hipertensi Pulmonal(PH) yang berasal dari Amerika. Di Amerika sendiri saat ini obat tersebut sudah diakui oleh pemerintah dan mampu memberikan kehidupan yang lebih normal bagi penderita penyakit tersebut. Namun di Indonesia obat tersebut masih dalam proses perizinan dan oleh karena itu dibutuhkan relawan yang menderita penyakit tersebut untuk ujicoba obat tersebut. Ini kabar baik, suatu harapan. Pihak rumah sakit membutuhkan 30 pasien penderita PH. Semoga harapan itu terus bercahaya dan semakin terang.

Kabar kedua berasal dari teman lamaku. Lebih dari 3 tahun tidak ketemu dan tidak ada kontak dengan dirinya. Banyak cerita yang mengalir dari pembicaraan kami. Selayaknya perempuan yang sedang berbicara, suasana berisik menjadi sesuatu yang pasti. Namun, tidak lama. Suasana itu berubah menjadi situasi sepi yang menyesak.
Me : Bagaaimana kabar si kecil? udah berapa bulan?
H : Nora.. aku sudah cerai setahun yang lalu.
Me : cerai?
H : Iya.. cerai dan aku baik-baik saja.

Sunyi sejenak. Sebelum aku kembali melanjutkan pertanyaan mengapa, kapan dan bagaimana. Singkat jawabanya, KDRT. Hanya bertahan 11 bulan dan itu sudah termasuk beberapa bulan pisah rumah. KDRT lagi.. pikirku. Stasiun TV saat ini masih hangat-hangatnya membicarakan kasus KDRT yang menimpa artis seperti Manohara dan Cici Paramida. Saat ini temanku ternyata mengalami hal yang sama. Apa pun alasannya, kekerasan itu tidak dapat diterima. Seemosi apa pun laki-laki tetap saja dia tidak punya hak untuk memperlakukan perempuan dengan kekerasan. Aku mengenal temanku ini, bukan orang yang mudah untuk mengambil keputusan yang sesulit ini. Ini masalah janji pernikahan. Janji kepada sang Pencipta Pemilik Cinta Abadi. Tapi persoalan menjadi berbeda. Kekerasan dalam Rumah Tangga yang dilakukan oleh suaminya sendiri. Masa pacaran selama 9 tahun ternyata belum cukup untuk mengenal laki-laki itu. Ini bukan persoalan lama atau tidak dalam pacaran. Tapi cukup ironis bagi temanku ini, masa pacaran lebih lama dibandingkan masa pernikahan mereka yang hanya bertahan 11 bulan. Aku tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka. Aku hanya tersenyum padanya, aku tahu dia sudah bosan untuk dikasihani dengan statusnya saat ini. Aku hanya berkata, Life must go on.. leave all behind. Tidak perlu mempersoalkan atau mempersalahkan dia akan keputusan perceraian yang diambil. Tidak cukup layak bagiku untuk mempermasalahkan keputusannya dan aku tahu dia sangat menderita dengan semua peristiwa itu. Biarlah semua alasan itu tersimpan di hatinya.

Kabar selanjutnya, datang dari teman SMU. Aku terima sms itu di pagi hari. Masih dalam kondisi setengah ngantuk namun diharuskan bangun pagi untuk segera mempersiapkan diri ke kantor. Isinya cukup singkat. Nora.. mama ku meninggal. Ohh... kematian. Sesuatu yang pasti dan dekat dengan manusia. Aku tahu bagaiamana arti kehilangan orang yang kita sayangi oleh karena kematian. 12 tahun yang lalu aku mengalaminya. Sedih, takut, kecewa menjadi suatu pukulan yang sulit untuk diungkapkan. Saat itu sendiri aku tidak bisa menangis dengan airmata. Aku ingat, saat itu aku dipaksa agar menangis melepaskan semua kesedihan. Namun aku tidak bisa, hanya tertunduk dan tidak mau melihat sekelilingku.Benar kata orang, menangis tanpa airmata adalah kesedihan yang teramat dalam.

Aku tahu sudah 6 bulan terakhir mama nya harus bergumul dengan penyakit kanker paru. Berpindah-pindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit telah dilakoni. Namun penyakit tersebut tetap bertahan. Kanker Paru. Bukan penyakit ringan, terutama saat pertama hasil diagnosis dokter mengatakan sudah sampai pada stadium 3. Artinya, tipis kemungkinan untuk sembuh berdasarkan kaca mata medis. Akhirnya, tgl 17 Juni 2009, berita itu datang. Perjanjian dengan sang Pemilik Nafas kehidupan sudah selesai. Bukankah ketika kita dianugerahkan hidup olehNya saat itu juga kita menandatangani suatu perjanjian yang dimateraikan. Perjanjian usia kita belajar di bumi. 30 tahun, 40 tahun, 60 tahun atau 1 hari, 1 jam, semuanya tergantung perjanjian itu. Bumi hanya tempat untuk belajar bagi kita. Kelulusan kita tergantung dengan apa yang kita pelajari di bumi. kehidupan kekal itu ada dan akan menyambut kita. Membaca pesan singkat itu, aku hanya membalas dengan kalimat singkat. "Aku mengerti rasanya, kalau butuh teman untuk cerita aku ada".

Kabar dariku belum ada. cerita yang kulalui masih kosong. belum satu huruf pun tertulis disana. saat ini aku masih mencoba merangkai kata-kata apa yang ingin kutulis didalamnya. Tapi aku mau, di buku itu tertulis kata-kata yang indah. Tentang aku dan tentang dia. Namun aku mau, yang menggerakkan tanganku bukanlah pikiranku semata tapi digerakkan oleh DIA pemilik hidupku. Biarlah rencananya yang tertulis di buku itu.

Thursday, June 11, 2009

saat-saat mendengar

Diam, sunyi dan hening

Diam
Tiada kata yang terurai
Tiada suara yang terdengar
Meresapi setiap desis bunyi

Sunyi
tercipta diantara keramaian malam
Menatap setiap jejak bintang kerlip
berbicara dan mengajak menari bagi yang melihatnya

Tidak bintang...
aku disini untuk berdiam
menikmati cahayamu yang cemerlang
mengharapakan suatu saat nanti
cahaya yang sama akan tumuh di hatiku

Hening
Pejamkan mata untuk melihat
Jauh kedalam relung hati
Merasakan aliran darah yang mengalir di setiap pembuluh
Menyatukan raga dengan jiwa
Membentuk keutuhan hidup..

hanya suatu pandangan

ini adalah saat penentuan terhadap karakter yang sebenarnya. saatnya untuk mengambil sikap. Tidak perlu ada amarah apalagi dendam. Setiap perbuatan jahat ada akibatnya sendiri. Bukankah pembalasan itu adalah hak DIA. Manusia milikNYA. CiptaanNYA. Cukup tenangkan diri, resapi setiap rasa. Jadikan sebuah pembelajaran. pengalaman berharga untuk memperkaya hidup. Menanglah atas yang jahat. Lawan dengan kebaikan. Buktikan kalau kebaikan yang terlebih dahulu ada di bumi ini.
Sayang memiliki pengertian yang luas. Ketika engkau menyayangi sesuatu atau seseorang maka yang terbaik baginya akan diberikan. Bukan yang terbaik bagi kita namun baginya. yang terbaik baginya bukan berarti berasal dari kita. Dia berhak mendapatkan yang terbaik dari siapa pun. Itulah sesungguhnya sayang. Sangat egois jika kita memaksakan yang terbaik baginya dan harus berasal dari kita.
Saat ini aku belajar tentang kehidupan. Cara mencari yang terbaik bagi hidupku. Aneh memang (menurutku). Setiap akan mendekati hari ulang tahunku, aku pasti mendapatkan pelajaran yang akhirnya membawaku pada sikap kedewasaan diri dan berujung pada kebahagiaan. Tuhan itu memiliki cara yang unik untuk membentuk kita. Masih jelas dalam ingatanku bagaimana tahun lalu aku harus melalui suatu tahapan yang sulit. Ketika saudara perempuan ku mendapatkan serangan jantung pertama yang mengubah seluruh pandanganku terhadap kesadaran akan kematian. Bahwa kematian dapat datang kapan saja. Siapa yang akan menduga dia mendapatkan serangan di usia yang masih muda. Seseorang yang terlihat aktif dalam banyak aktvitas dan sekarang harus menggantungkan hidup pada obat-obatan, tabung oksigen dan praktis meninggalkan semua kegiatan-kegiatan pelayanannya. Tahun ini, kembali aku mendapatkan pembelajaran tentang pengharapan, kesabaran dan kasih.
Aku menyayangi orang yang seharusnya tidak layak kusayangi menurut orang-orang sekitarku. seseorang yang dahulu menjanjikan terang bagiku namun kini memberikan perangkap gelap dalam hidupku. Hatiku terlalu kuat untuk tetap berkata aku sayang dia. Meskipun logika ku tidak selaras dengannya. haruskah aku mempertahankannya atau melepasnya? Ketika aku mencoba mempertahankannya itu berarti aku tidak membohongi hatiku tapi membutakan pikiranku terhadap dia. Ketika aku melepasnya itu artinya aku harus belajar membenci dia dan menghadirkan amarah dalam hatiku. Kurasa aku tidak mampu melakukannya. Akhirnya, saat ini memutuskan untuk tetap menyayangi sekaligus melepaskannya. Tidak akan kuhadirkan benci, sakit hati dan dendam dalam diriku. Itu bukan aku. Kebaikan harus menang. Sekalipun ada celah bagiku untuk berbuat jahat namun aku harus menutupnya kembali. Tidak akan mudah jika yang bekerja aku sendiri. Jika aku hanya menyandarkan pada pengertianku sendiri. Namun aku disini akan bangkit berdiri menatap kembali duniaku yang indah. Hari mudaku terlalu sayang untuk dilepaskannya hanya karena masalah ini. bersama DIA. Benar, bersama MY LORD JESUS CHRIST. Kalau aku berjalan dengan NYA tidak ada yang sulit. Semua dimudahkan olehNYA.
Saatnya untuk mematuhi setiap keputusan yang telah kuambil. keputusan untuk menyayangi dia namun tidak memaksa keinginanku yang berkuasa. Harapanku terhadap dia akan tetap ada namun bukan untuk dipaksa berdasarkan ego ku. Tapi untuk kuserahkan kepada Tuhan yang empunya hidupku. Tuhan.. ini aku. bentuklah seturut kehendakMU untuk menjadi bejana indah yang sempurna sepertiMU.
Saatnya untuk terlepas dari jerat ini. Terlalu lama aku terikat dalam simpul ini. Satu persatu akan kuretas simpul ini. Akan ada waktunya satu simpul yang sulit untuk dilepas namun pasti selalu ada cara untuk melepasnya. DenganMU Tuhan, aku berjalan untuk meraih mimpiku. Dengan siapa pun akhirnya aku berlabuh itu hanya Engkau yang tahu. Ajariku untuk menunggu... menjadi wanita dalam penantian. Membentukku menjadi wanita Pilihan Tuhan.

* Thanks to you all my dearest friends.. for supporting me. But I realize, I have to make decision. Now.. I'm standing on my own. Ready to smile for everyone.. here I am.The superfox....."

Thursday, November 6, 2008

Perkataan Negatif

Tanpa kita sadari banyak perkataan-perkataan negatif yang keluar dari mulut kita. Daisadari atau tidak disadari setiap perkataan negatif itu akan memiliki 2 efek kepada siapa yang mendengarkannya. Bisa jadi perkataan itu menjadi pendorong semangat untuk membuktikan bahwa perkataan itu salah atau bisa menjadi menurunkan semangat.

Optimis itu penting namun realitas lebih penting. Saat ini banyak yang perkataan negatif yang beredar di sekelilingku. Kata-kata seperti:
mana mungkin bisa terlaksana
kamu gak akan sanggup mengerjakannya.
Ini terlalu berat untukmu.
Sudahlah, hanya buang-buang waktu saja
Apa yang kamu dapat dengan mengerjakan semua itu?
aku sudah pengalaman sebelumnya, itu gak ada gunanya. Bikin capek badan aja.

dan masih banyak lagi perkataan-perkataan negatif yang harus aku dengar setiap saat. Untuk apa mengucapkan perkataan-perkataan negatif tersebut? bukankah seharusnya energi yang mereka keluarkan bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih berguna? bukan sesuatu yang useless.

NB: Be carefull all, jauhi orang -orang seperti di atas. Cari teman yang bisa membangkitkan semangat

Monday, October 20, 2008

Halal Bihalal


ki-ka: venty, iyut (nyempil), imel, pendi, nora, debora


masih dalam formasi yang sama dengan foto 1



ki-ka: iyuth, imel, pendi, nora, debora

Thursday, October 16, 2008

soulmate, where the hell are you?

Incompatible, it don't matter though

'cause someone's bound to hear my cry

Speak out if you do

You're not easy to find

Is it possible, Mr. Loveable

Is already in my life?

Right in front of me

Or maybe you're in disguise

sepenggal lagu soulmate dari natasaha bedingfield. Akhir-akhir ini aku sering ditanyai orang-orang sekitar satu pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab. Pertanyaan yang menjebak. Lebih sulit dari persoalan kalkulus buat anak-anak eksak. Atau buat anak-anak non eksak sama seperti menghafal pasal demi pasal pada KUHP.

Di suatu pesta pernikahan tiba -tiba ada pertanyaan konyol mampir di telingaku
"kapan menikah?" ujar salah satu teman kampus dulu.
"Hmm...hmm.. kapan yah? May.. maybe yes maybe no.." jawabku sekenanya meniru tag line salah satu iklan rokok di TV.

Aku pikir itu salah satu jawaban yang paling jitu, paling konyol yang terlintas di otak. Buat apa aku harus menerangkan kepadanya secara panjang lebar. kasihan dianya, pasti tidak akan mengerti juga dengan apa yang akan aku sampaikan. Lagi pula, waktu buat menjelaskan secara panjang lebar setiap detil alasaan mengapa belum menikah sangat sempit. Jadi, lebih baik menjawab seperti itu untuk mempersingkat waktu.

Sepulang dari pesta tersebut kembali pertanyaan itu terngiang di telingaku. Dari segi usia (kematangan cara berpikir)bisa dikatakan sudah pantas untuk menikah. Dari segi penghasilan, tidak seberapa tapi mencukupi. Ternyata, ada satu elemen yang paling penting untuk memutuskan saatnya untuk menikah. Sudahkah aku menemukan orang yang tepat? yahh itu dia unsur yang terpenting. Bukankah menikah itu berarti menyatukan dua pribadi yang berbeda (man from mars, woman from venus) yang memiliki komitmen untuk bersatu seumur hidup (hingga maut memisahkan).

Menemukan orang yang tepat. Itu yang utama sekaligus yang tersulit untuk dilaksanakan. Bagaimana kita tahu kalau orang yang selama ini dekat dengan kita adalah orang yang tepat dan merupakan bagian dari belahan jiwa kita. Bagaimana jika ternyata nantinya dia bukan orang yang tepat. Aatau untuk lebih singkatnya, bagaimana menemukannya? Semua pertanyaan itu mampir di otak ku.

Hingga saat ini, aku masih dalam tahap pencarian sama seperti teman-teman "seperjuangan" (dari PJJB atau GPA... galz, tetap usaha ya..). orang bisa bilang.. makanya non, jangan terlalu milih (oh no... gimana tidak milih, buat beli baju saja kita harus milih. Ukuran, warna, trus dicoba di fitting room. Itu cuma buat baju yang kadang dipakai sekali atau dua kali. Ini pasangan hidup buat seumur hidup. So kalau ada yang bilang seperti itu, aku yakin otaknya perlu dicuci (pake rinso.. ups s merek).

Pernikahan itu sakral, sekali seumur hidup. Artinya kita berjanji dengan Tuhan sang pencipta jadi jangan coba-coba untuk mempermainkannaya. Ingat, Janji di hadapan Tuhan bukan hanya manusia. Kapan pun engkau menikah, itu tergantung kepada kesiapanmu. Bukan atas paksaan pihak-pihak disekitarmu. Jangan pernah menyerah untuk mencari belahan jiwamu. Ingat, laki-laki kehilangan salah satu tulang rusuk artinya setiap manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. jangan takut untuk dengan usia. Menikah bukan karena usia. Terakhir.... ini resep jitu dari Maryadi (yang akhirnya menemukan soulmatenya, selamat ya.. kapan makan-makannya???) tetap berdoa. Dia berdoa selama 2 tahun untuk perempuan yang saat ini dijadikannya sebagai pelabuhan terakhir. Hidupmu ada di tanganNya.

Buat melengkapi lirik lagu soulmatenya nih..

Incompatible, it don't matter though
'cause someone's bound to hear my cry
Speak out if you do
You're not easy to find
Is it possible,
Mr. LoveableIs already in my life?
Right in front of me
Or maybe you're in disguise

[Chorus]Who doesn't long for someone to hold
Who knows how to love you without being told
Somebody tell me why I'm on my own
If there's a soulmate for everyone
Here we are again, circles never end
How do I find the perfect fit
There's enough for everyone
But I'm still waiting in line

[Chorus]Who doesn't long for someone to hold
Who knows how to love you without being told
Somebody tell me why I'm on my own
If there's a soulmate for everyoneIf there's a soulmate for everyone

[Bridge]Most relationships seem so transitory
They're all good but not the permanent one

Monday, October 6, 2008

Pe eR

Hari ini dapat PR dari Ibu kita Kartini aka Tini. Hm... gak banyak siy, cuma 1 soal aja. Tapi..... jawabannya harus ada 10. Gak bisa ditawar lagi. Harus 10, ..

Pertanyaannya rada aneh, sebutkan 10 habit yang rada-rada aneh. hmmm.. mikir-mikir dulu. Baeklah.. ini dia jawabannya.

1. Lebih suka menyebutkan kata yang gak ada huruf R nya. Soalnya, huruf R itu termasuk huruf keramat untukku. Sebisa mungkin dihindari. Klo gak bisa ya.. terpaksa harus diucapkan juga dengan logat "ala nora"

2. Alergi liat cicak..buat sebagian orang cicak mungkin binatang yang lucu, imut tapi buatku ihhh amit2. Makanya sebelum memasuki satu ruangan, aku harus liat ke langit-langit atau dinding ruangan itu ada cicaknya atau tidak. Kalo ada ufhh.. lebih baik menghindarrrr

3. akhir-akhir ini lebih memilih sarapan dengan sereal gandum plus susu coklat (milo) dibandingkan lontong, mie balap, mie instan dll. Yup.. yup.. mulai hidup sehat cara nora..

4. Suka makan smua jenis makanan yg mengandung mie. dari mulai mie bakso, mie soup, mie goreng, mie kuah dll. Yang jelas pake mie. jadi udah tahulah ya, klo mau ajak makan kemana perginya. Utamakan yang ada mie!!!!

5. gak suka pake sepatu kets. Yang dinamakan sepatu itu harus yang ber hak. Minimal 3 centi, tetap harus ada. Aneh rasanya jalan pake sepatu yang pake hak. gak tahu kenapa....

6. Suka nonton konser musik. Kegiatan yang satu ini sering ditentang teman-teman di sekitarku. Terutama yang cewek2. Hihihi.. alasannya ingat usia.. udah gak abege lagi. Yahhh blom tahu dia, yg namanya nonton konser musik itu semua lapisan. Mau tua kek, muda, jelek, cakep, gendut, kurus sah sah aja nonton konser musik, ya gak siyy...

7. Gak bisa hidup tanpa chattingg, wkkwkwkw. kapan saja dimana saja, onlen itu wajib hukumnya. Gak liat waktu, mau jam 12 malam juga tetap onlen.. (klo kebetulan terserang penyakit susah tidur)

8. Membaca buku, adalah kegiatan yang paling menyenangkan. Jenis buku apa aja, mau yang aliran kiri, kanan atau tengah2 gak peduli. Bagiku setiap buku memberikan informasi yang memperkaya sudut pandang terhadap sesuatu hal.

9. Si lasak. Ini istilah dari temanku si intan. Katanya, kaki ku itu panjang. Gak bisa diam, dan maunya bergerak terus.

10. finally... Nora itu baik budi, rajin menabung, tenggang rasa, nasionalis, pejuang, suka senyum , sapa , salam (3S), berjiwa pancasila. heheheheheh... gimana? eneg gak siy bacanya...

yahh.. sampai disini dulu ya. Berhubung PR nya cuma 1.. See ya.. di PR PR selanjutnya

Sunday, August 31, 2008

kita semua punya masalah

Hari ini ada pelajaran yang berharga yang bisa kurenungkan dari setiap kejadian yang terjadi dalam hari-hari belakangan ini. Setiap manusia punya pergumulan dalam hidupnya. Jangan pernah merasa kalau masalah yang kau hadapi saat ini adalah terberat dibandingkan orang lain. Mengasihani diri sendiri hanya akan memperburuk keadaan, tidak akan membantu menyelesaikan masalah. Bangkit dan tetap berusaha untuk mencari jawaban dari setiap masalah, itu yang harus dilakukan.

Saat ini, aku masih diperhadapkan dengan masalah kesehatan kakaku. Ini yang terberat yang aku hadapi saat ini. Ketika aku berani menceritakannya kepada sahabat-sahabat terdekatku, ternyata mereka juga sedang menghadapi suatu ujian iman. Pergumulan mereka tidak lebih ringan dariku, dan aku melihat mereka bisa bangkit untuk tetap melawan sampai akhir. Meskipun terlihat sia-sia namun akhirnya tidak ada yang akan sia-sia. Salah satu sahabatku, mama nya menderita kanker rahim stadium 3. Disaat mama nya sakit, dia tidak mampu untuk merawatnya. Jarak terlalu jauh memisahkan. Ada benua dan samudra yang harus dilewati. Ada hati yang hancur, ada tangis namun tetap ada harapan.

Aku tahu, saat ini menangis pun aku tidak mampu. Kesedihan telah mengeringkan air mataku. Tapi aku mau bangkit dan tetap bersukacita. Menunjukkan pada dunia kalau mujizat itu nyata. Bersukacita senantiasa....

Tuesday, August 26, 2008

Lubang Hitam (Black Hole)

Pagi ini tidak ada yang berubah. Matahari masih setia dengan janjinya untuk selalu terbit dari timur. Manusia masih tampak sama dengan aktifitas mengejar hari. Berlomba saling mendahului untuk menjadi yang tercepat. Aku hanya memandang dari kejauhan setiap fenomena lazim yang ada di depanku saat ini. Berusaha untuk menjadi bagian dari komunitas pagi. Namun aku heran, mengapa mereka tidak dapat melihatku di sini?

Saat ini aku berada pada sebuah lubang hitam (black hole) yang menyerap semua cahaya yang kumiliki. Ya.. cahaya itu sudah redup digantikan dengan kegelapan. Setitik cahaya lilin pun tidak akan tampak lagi. Terlalu gelap. Tidak ada cahaya yang mampu meneranginya. Karena setiap kali aku coba untuk meraih cahaya, maka gravitasi lubang hitam akan semakin dalam menarikku dan meleburkan setiap cahaya yang mencoba mendekatiku. Tanganku sendiri tidak cukup untuk menggapai tepian. Dimana mereka? Mengapa semua terdiam. Kemana objek komunitas pagi itu pergi? Bukankah tangan-tangan mereka bisa membantuku ke atas? Tidak...tangan mereka sama pendeknya dengan tanganku. Semakin aku menarik tangan mereka, maka mereka akan terjatuh sama sepertiku di lubang hitam ini.

Semakin aku tertarik ke dalam pusarannya, semakin jelas akhir yang akan kulalui. Haruskah ada kematian yang kembali membayangi? Tidak cukupkah sekali saja aku jatuh ke dalam lubang hitam . 11 tahun yang lalu aku terjatuh namun masih ada tangan yang mengangkatku untuk bangkit. Masih ada sisa kekuatan yang kuandalkan untuk kembali berdiri dan berlari menjauhi lubang hitam. Tapi kini, darah pun enggan untuk mengalir di setiap pembuluh darah. kepahitan, kehancuran terlalu dalam melesap ke relung jantungku. Menyakitkan.

Tidak banyak yang bisa kulakukan di sini. Semuanya sudah hancur. Dementor akan berteriak menang atas diriku. Aku terlalu lemah untuk bangkit dan mencoba keluar dari lubang hitam ini. Mengapa harus ada kata sia-sia dalam kamus manusia. Kata yang selalu dicoba untuk dihapus dari pikiran namun tidak dapat ditentang kehadirannya. Semua butuh proses untuk akhir dari sesuatu. Akhir bukan keinginanku. Akhir, bukan bagianku. Bagianku hanya sebuah proses. Proses untuk menuju akhir. bagaimana akhir hidupku dalam lubang hitam ini, aku tidak tahu. Hancur atau bertahan. Saat ini aku masih dalam proses untuk akhir itu dan sekali lagi, aku tidak tahu apa akhir dari semua ini. Mataku sendiri pun sudah cukup buta diselimuti kegelapan. Pikiranku hilang direbut kegelapan. Namun hatiku, masih bersinar. Aku masih setia untuk menjaganya. Karena aku tahu, dimana hatimu berada di situ hartamu berada. hatiku adalah hartaku.

Tuesday, August 19, 2008

Hilang

Kucari namun tidak kutemukan...
kusadari aku kehilangan sesuatu
satu per satu hilang dari hadapanku
tidak hanya satu tapi seribu

kutanya pada waktu
bisakah jala waktu mengembalikannya?
namun waktu terlalu sombong untuk menjawab

mataku hilang
dan kini aku buta
kakiku hilang
dan kini aku pincang
tawaku hilang
dan kini tinggal nyawa


aku kehilangan wajah
dan tidak bisa dirubah

aku kehilangan logika
dan tidak bisa menerka

dan kini ..
aku kehilangan duniaku

Friday, August 15, 2008

Selintas tanya, selintas jawab (part II)

Masih seputar pembicaraan tentang karpet dengan Catrin.

C: Nora.... bang Jimmy (suami catrin) gak suka dengan motif karpetnya. Katanya motifnya terlalu rame harusnya yang lebih simpel aja. Gimana ?

N: yah.. wajarlah. Selera laki-laki memang beda dengan selera perempuan tin. Tapi yang jadi ratu di rumah kan tetap perempuan. Jadi semuanya tergantung kepada seleramu. Lagipula. motif karpetnya gak "rame". masih sesuai dengan warna sofa dan gorden di ruang tamu.

C: iya benar juga..

Aku jadi berpikir, hanya gara-gara motif karpet aja kok bisa jadi masalah ya. Harusnya, tidak perlu mempersoalkan motif karpet. Hargai usaha dan perjuangan untuk memberli karpetnya. Hal sepele bisa jadi masalah. Tapi syukurlah gak sampai keterusan...

Selintas tanya, selintas jawab

C= catrin, N= Nora

C: nora.. beli karpet yang bagus dimana? Mongonsidi ya?

N: iya.. bisa juga (padahal sampai sekarang aku belum pernah belanja ke Mongonsidi)

Ternyata pertanyaannya gak putus sampai di situ aja, masih ada kelanjutannya.

C: kalau di pajak (pasar versi indonesia) Sambu gimana?

N : uhm... bisa jugalah. dibelakang Sambu banyak yang jual karpet (kalau Pajak sambu, ya tahu dikitlah)

C: Harganya berapaan ya nor buat ukuran 3 x4?

N : (ups.. ternyata karpet ada ukurannya juga ya.) Yahh.. sekitar 350 rb an kali ya. (ini jawaban asal alias asal nebak aja) yang penting pinter-pinter nawar aja tin.

C: Ok lah. Nanti temani aku cari karpet ya ke Sambu.

N: (OMG, kejebak) hmm.. ya udah. nanti kita cari waktu yang pas ya.

Akhirnya, sabtu pagi jam 10 kita berangkat ke pajak sambu dan menemukan karpet yang diinginkan. Ukuran 2 x3 seharga Rp. 270.000, merek samara bukan Almaya (hehehheh.. akhirnya aku tahu merek-merek karpet).




Thursday, July 31, 2008

Penghujung bulan

Akhirnya sampai juga pada penghujung bulan ini. Bulan Juli, bulan yang istimewa. Ada banyak pengalaman yang dapat kualami selama satu bulan ini. Tidak hanya peristiwa yang menyedihkan, haru biru namun juga banyak kesenangan yang tidak mungkin kulupakan. Yah.. memang sudah semestinya hidup berjalan seperti itu. Ada kesedihan namun juga ada kesenangan, biar hidup lebih berwarna. Saat mengalami kesedihan, aku akan bersyukur karena aku mengetahui rasanya bersedih dan juga sebaliknya. Coba dibayangkan, apa yang akan terjadi kalau kita hanya mengalami satu rasa saja... hidup itu tidak akan pernah indah. Membosankan.


13 - 14 Juli (samosir.. I'm comingggg.....)

Tiba-tiba aku menerima pesan YM, nor.. bisa ikut ke acara bakti sosial ke samosir? Tanpa berpikir panjangan lagi langsung aku terima ajakan itu. Keliling samosir? Sampai seumur ini, baru kali ini aku mendapatkan kesempatan keliling samosir. Tidak hanya sekedar mampir, tapi kali ini benar-benar mengelilingi samosir. Jalan dari tele (kata orang jalannya cukup menyeramkan, tapi kok terlihat biasa saja ya?? kecuali jalan yang berliku). Tepat tanggal 14 Juli merupakan acara pembukaan pesta danau toba, wow.. kebetulan yang menyenangkan. Seperti, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Menyalurkan sumbangan namun juga berwisata.


di kapal, menuju SD Ronsang Bosi (benar gak ya nulisnya???@#$%^)


Yang namanya jalan-jalan, sudah pasti tidak lepas dari yang namanya foto-foto. salah satunya ya ini:



di tele: foto bareng bas, imel, nora, andry



Untuk foto-foto yang lain, bisa lihat di FS aku aja ya....



20 Juli (soundrenaline... tickets free)


Soundrenaline is back!!!!

Setelah menunggu selama 2 tahun, akhirnya tahun ini soundrenaline kembali mengunjungi kota Medan. Dengan tema, Free Your Voice soundrenaline kembali mengguncang kota Medan. Deretan artis yang tampil kali ini seperti Padi, Nidji, ST12, The titans, Letto dll. Biarpun hujan deras seharian mengguyur kota Medan, tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak hadir di acara ini. Moment yang hanya mungkin dinikmati sekali 2 tahun saja. Selain itu, tiket gratis tentu saja menjadi alasan utama untuk hadir (gak sia-sia punya teman kerja di media cetak , thanks ya li)

Ada yang menarik, Dilihat dari deretan artis yang tampil memang kurang memukau. Terkesan seperi parade musik tidak seperti 2 tahun yang lalu yang menampilkan band-band dengan aksi panggung yang enak diliat. Paling tidak kehadiran Padi dengan aksi panggung yang menawan cukup menghibur. Tidak sia-sia kalau Padi memang sang penghibur. Kehadirang Nidji terkesan membosankan.Tidak ada yang berubah. Sama saja dengan penampilan mereka 2 bulan yang lalu di acara " Rising Star". satu lagi, di setiap spanduk iklan di jalanan disebutkan Gigi sebagai salah satu band yang akan tampil namun kenyataannya sampai selesai acara, Gigi tidak ada tampil. Hm... kira-kira alasan batalnya band Gigi manggung apa ya?? Tidak jelas.





suasana soudnrenaline 2008 Free Your Voice, Lanud Medan




finally... FREE YOUR VOICE... FREE UR MIND.. FREE UR SOUL..

Monday, July 28, 2008

saatnya untuk bersyukur...

Akhirnya, ada kepastian dari dokter tentang status kakak ku. Bukan hasil " sim salabim" yang menyatakan kalau kaka ku terbebas dari penyakit itu namun suatu kepastian untuk jenis penyakit yang diderita serta langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Akhirnya, diagnosa dokter di sana berbeda dengan yang di sini.

Syukur kuucapkan kepada Sang Maha Kuasa untuk hasil diagnosa yang sudah jelas. Semua pengobatan berjalan lancar. Semuanya tidak terlepas dari bantuan orang-orang di sekitar kami yang sepertinya berlomba-lomba untuk memberikan bantuan kepada kami. Terima kasih untuk orang-orang yang Engkau kirimkan untuk kami. Kepada dokter yang memberikan pengobatan juga kepada orang-orang yang setia mendoakan kami sekeluarga.

Syukur kuucapkan untuk setiap kemudahan proses pengobatan. Urusan administrasi yang dikatakan cukup merepotkan tidak menjadi kendala.

Syukur kuucapkan untuk pelajaran hidup yang bisa kupetik dari peristiwa ini. Pengharapan itu selalu ada. Meskipun kutahu, semuanya akan lebih berat lagi. Tidak akan pernah kembali seperti dulu lagi. Namun aku akan tetap belajar untuk mampu menjadi dewasa dalam hidup dan melihat bahwa hidup bukan sekedar kebahagiaan. Karena kita hidup bukan untuk bahagia dan mendapatkan apa yang kita inginkan namun kita hidup yang lebih bermakna. Punya visi, misi dan tujuan yang jelas. Hidup yang berkualitas, tidak sekedar berapa lama kita hidup, namun apakah hidup yang dijalani sekarang punya arti bagi orang lain. Berikan hidup untuk hidup orang lain....

Tuesday, July 8, 2008

langkah pertama

Pukul 10.00 WIB, akhirnya pesawat tersebut membawanya terbang menjemput asa yang ada di kota tersebut. Kami hanya memandang ke atas hingga pesawat tersebut lenyap dibalik awan. Kami sudah berjanji tidak akan ada airmata yang mengantarkannya. Ini bukan waktunya menangis karena kami menghantarkannya pergi untuk meraih kehidupan dan bukan sebaliknya. Harapan. Itu kata penghiburan yang selalu kudengar di saat-saat seperti ini. Betapa berartinya kata tersebut. Ada begitu banyak kata namun hanya kata itu yang mampu menguatkan pada situasi seperti ini.

Hidup adalah pengharapan. Tanpa pengharapan segala sesuatuanya akan sia-sia. Setiap tindakan yang dilakukan dikarenakan pengharapan. Besar atau kecil pengharapan tersebut tidak menjadi masalah. Selagi ada pengharapan maka selama itu setiap tindakan yang dilakukan tidak akan pernah sia-sia. Bukan soal menang atau kalah tapi ini mengenai perjuangan sampai titik akhir suatu pertandingan. Bukan kah hidup itu suatu pertandingan? Kita bertindak sebagai atlit yang bertanding hingga garis finish. Kita akan dilihat sebagai atlet yang mampu meraih garis finish atau atlet yang mundur di tengah-tengah pertandingan.

Situasi ini mengingatkanku pada 11 tahun yang lalu. Dejavu. Masih jelas pada ingatan apa yang terjadi 11 tahun yang lalu. Sebuah situasi yang tidak ingin kuulang kembali namun kini telah terjadi dan harus dihadapi. Aku berada pada situasi yang sama. Kondisi yang membuatku lebih mengerti akan makna hidup yang tidak sekedar hura-hura dan bersenang-senang. Lebih mengerti akan arti hidup dan lebih menghargainya. Namun kini, aku mau akhir yang berbeda. Dulu aku mencapai garis akhir namun dengan airmata dukacita kini aku mau mencapai garis akhir dengan tawa sukacita. Bukankah harapan itu selalu ada?

Wednesday, July 2, 2008

Aku Ingin Keajaiban

Keajaiban, mujizat, miracle itu yang kuinginkan saat ini. Satu keajaiban yang bisa mengembalikan hari-hari di keluargaku seperti dulu lagi. Keajaiban yang mampu mematahkan semua diagnosa, pendapat, vonis dokter-dokter yang hanya berkata-kata tanpa melihat apa yang selanjutnya terjadi di keluarga kami.

Semuanya berlangsung cepat. Tidak ada pertanda atau sinyal bagi kami untuk mempersiapkan diri. Tiba-tiba saja semua harus berubah. Hipertensi Pumonal Primer. Yah.. dokter memvonis saudaraku, dengan penyakit yang sangat asing bagi kami. Hipertensi Pumonal Primer atau dikenal dengan Hipertensi Paru. Semula kami menganggapnya hanya sejenis penyakit hipertensi biasa. Asal mampu mengontrol tekanan darah maka penyakit itu tidak akan berbahaya. Namun, kenyataan yang harus diterima berbeda. Hipertensi Paru. Penyakit langka di dunia. Salah satu sumber mengatakan kalau penyakit ini hanya diderita 2 atau 3 dari satu juta penduduk di dunia. Artinya, jenis penyakit yang jarang terjadi dan hingga saat ini tidak ada pengobatan yang mampu menyembuhkannya. Dokter, obat-obatan hanya mampu memperlambat penyakit itu bereaksi melumpuhkan jantung kanan. Artinya, setiap hari harus berperang dengan penyakit itu.

Mengapa kami yang harus dipilih untuk mengalaminya? Aku tahu banyak dukungan dari orang-orang sekitar kami namun mereka tidak akan pernah tahu bagaimana perasaan kami. haruskah kami kehilangan lagi satu orang yang kami sayangi? Ini seperti sinetron yang menguras airmata penontonnya. Namun sekarang, aku bukan penonton tapi pelaku dan ini bukan sinetron dengan sang sutradara yang mampu mengubah cerita sesukanya melainkan kenyataan yang harus kami hadapi suka atau tidak suka, siap atau tidak siap namun sudah terjadi dan harus dihadapi.

Saat ini aku masih kuat untuk berdiri di atas kakiku sendiri. Menghadirkan senyum dan tawa di hadapan orang lain. Terutama di hadapan keluargaku, kaka ku. Namun sayang, aku tidak berhasil untuk menjadi orang yang kuat bagi diriku sendiri. Sisi manusiawi ku selalu hadir di saat-saat kesendirianku. Ingin ku berlari meninggalkan semua ini, namun aku bukan terlahir sebagai seorang pecundang. Hingga kini masih ada tanya, mengapa harus dia?? Terlalu banyak yang sayang kepada dia. Terlalu banyak yang akan kehilangan dia. Mengapa bukan aku saja? Tidak bisakah aku yang menggantikan posisi dia? Yang akan kehilangan akanku tidak akan sebanyak orang yang kehilangan dia. Masih banyak misi dan pekerjaan yang harus dikerjakannya di dunia ini.

Aku butuh keajaiban. Keajaiban untuk berkata-kata di depan semua dokter kalau mereka semuanya salah dan mereka bukan Tuhan. Mungkin kah??

Tuesday, July 1, 2008

Tanpa judul....

Aku percaya.. suatu hari nanti semua akan berakhir bahagia. Tidak ada sesuatu yang abadi. Setiap permasalahan memiliki jalan keluarnys sendiri.Semuanya sudah diatur,ada pola yang mengikutinya. Sekalipun pola tersebut tidak terlihat secara kasat mata, kelak ketika waktunya tiba pola tersebut akan tampak dan menjadi akhir jawaban atas segalanya.

Aku percaya.. suatu hari nanti semua akan berakhir bahagia. Kesedihan akan digantikan dengan kebahagiaan. Air mata dukacita akan berubah menjadi tawa sukacita. Segala sesuatu memiliki dua sisi yang akan terlihat secara bergantian.Derita saat ini biarlah menjadi permasalahan untuk hari ini karena esok memiliki permasalahannya sendiri.

Aku percaya.. suatu hari nanti semua akan berakhir bahagia.Bukankah tidak ada yang abadi di muka bumi ini? Bukankah hidup di dunia hanya suatu persinggahan sementara untuk kehidupan yang kekal? Dunia hanya tempat bagi kita untuk mempersiapkan diri untuk kehidupan yang sebenarnya. Bukan suatu tempat abadi dan akhir dari kehidupan.

Aku percaya...suatu hari nanti semua akan berakhir bahagia. Manusia hanya mampu menebak bukan menentukan. Manusia bukan sang empunya kuasa absolut hanya sebagai pengabdi. Biarlah manusia berkata-kata dengan bahasa mereka sendiri. Tidak akan ada pengaruhnya jika sang empunya kuasa berkata-berkata dengan bahasanya.

Aku percaya... suatu hari nanti semua akan berakhir bahagia. Waktu punya jawabannya sendiri. Pengharapan itu selalu ada.


"There can be miraclesWhen you believe"

Friday, June 13, 2008

Begadang.. (Moment sekali empat tahun)

Hampir sepekan sudah piala eropa berlangsung, yang berarti hampir selama itu pula aku begadang sampai dini hari hanya untuk menyaksikan tim-tim favorit yang berlaga di swiss dan austria. Mengapa harus begadang? bukankah keesokan harinya ada tayangan ulang untuk pertandingan yang sama. Benar, tapi tetap saja atmosfer nya beda. Ada keasikan tersendiri kalau menonton secara langsung (live) yang berarti harus siap-siap begadang dan menanggung segala resiko akibat begadang.

Bung Rhoma mengatakan begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh sajaaaa asalll ada batasannya.. (lebih kurang bergitulah.. lagu dangdut yang populer di telinga begadangers). Yah... begadang untuk menyaksikan piala eropa tentu ada artinya. Karena ini adalah moment sekali empat tahun. Kata orang, yang mampu mengalahkan kepopulerannya hanya piala dunia. Setiap orang di dunia ini seolah-olah larut dalam demam piala eropa. dari mulai yang ada di desa sampai yang ada di kota, semuanya memiliki topik pembicaraan yang sama. Piala Eropa. Ditambah lagi dengan acara nonton bareng menajdi semacam kegiatan rutin yang harus dilakukan, tidak hanya di kafe-kafe juga sampai ke warkop (warung kopi) atau hanya nonton bareng di kamar kos-kos an.

Selama sepekan ini, banyak kejadian yang diluar perkiraan sebelumnya. Tim Italy yang dijagokan sebagai Juara tahun ini mengingat prestasi mereka sebagai juara piala dunia tahun 2006, harus takluk di tangan Tim Belanda yang kurang dijagokan. Tidak tanggung-tanggung skor 3 - 0 harus diterima Tim Italy secara menyakitkan. Begitu juga dengan Tim Jerman yang menerima kekalahan dari Tim Kroasia dengan skor 2 - 1. Namun ini masih permulaan belum akhir. Perjalanan dan harapan-harapan tiap-tiap tim untuk maju ke babak perempat final masih terbuka lebar.

Secara khusus, untuk piala eropa tahun ini aku menjagokan Tim Portugal dan Tim Belanda. Artinya aku akan mendukung salah satu dari tim tersebut sebagai juara. Namun, apabila kedua tim tersebut ketemu di final... yahh aku tetap pilih Portugal. HIDUP PORTUGAL!!!!!!

Sunday, June 1, 2008

kembali ke awal

Ufhhh... argggggghhhhhhhhh.......

Sudah cukup lama aku meninggalkan blog ini. Sehari, dua hari, seminggu?? bukan. Lebih dari sebulan aku menelantarkannya. Dari dua minggu yang lalu, tini sudah mengingatkan... nor, kapan blog nya di update? kan sudah janji akan terus memperhatikan blog ini? Entahlah... ada semacam kejenuhan di hari-hari terakhir ini. Pekerjaan, jadi salah satu alasan utama. Pekerjaan di kantor lagi banyak-banyak nya. Hampir setiap minggu ada program baru yang berkaitan dengan tarif.

Satu bulan, waktu yang cukup lama untuk tidak menulis di sini. Bagaimana pun juga, blog ini akan tetap kupertahankan kehadirannya. Tidak salah kalau aku menyebutkan judulnya, kembali ke awal. Awal aku kembali menulis dan juga awal bagiku untuk memulai langkah baru ke hidup yang lebih bertujuan.

Thursday, March 20, 2008

Cinta atau tergila-gila ????!!!!!

Hari-hari terakhir ini, tanpa kusadari sering membaca artikel-artikel tentang cinta. Bukan secara universal melainkan cinta antara sepasang manusia yang berbeda jenis. laki-laki dan perempuan (Man and Woman). Dari setiap artikel yang aku baca, ada pertanyan terlintas apa itu cinta? dan apa itu tergila-gila. Sekilas terlihat sama tidak ada beda antar keduanya, tapi kalau dilihat secara seksama ada perbedaan yang mencolok diantara keduanya. Ini bisa dijadikan sebagai acuan untuk melihat perbedaannya:

Cinta adalah:
Sesuatu yang dimulai dari persahabatan, yang terus berkembang tiap harinya. Didalamnya, ketertarikan fisik hanyalah salah satu aspek dari perasaan yang dibagi bersama. Sesuatu yang mengajar kita menjadi sabar dan merencanakan masa depan dengan percaya diri dan tak terburu-buru. Sesuatu yang melibatkan pengertian dan kerelaan menerima si dia beserta apapun kekurangannya. Ketika kedua orang yang terlibat di dalamnya bisa menjadi diri mereka sendiri dan merasa nyaman satu sama lain. Sesuatu yang melibatkan kejujuran, rasa hormat dan percaya. Di dalam cinta tak ada rasa curiga sehingga yang ada hanya rasa tenang dan aman. Sesuatu yang selalu memberi kita kekuatan dalam menghadapi apapun. Sesuatu yang diberikan dan diterima. Ketika kita tetap merasa dekat dengan pasangan kita, walau berada jauh sekali. Sesuatu yang tetap bisa seimbang dengan aspek hidup lainnya selain hubungan. Sesuatu dimana keduanya bisa menghadapi baik masa senang maupun sulit di antara mereka. Sesuatu yang membuat kita berpikir dan melihat lebih jauh. Singkatnya, cinta membuat kita menjadi orang yang lebih baik.

Tergila-gila adalah:
Gairah instan yang akan habis seiring dengan berjalannya waktu. Sesuatu yang sangat melibatkan ketertarikan. Ketika kalian bersama, yang diharapkan terakhir hanyalan intimitas. Sesuatu yang tidak hanya melibatkan rasa curiga, tapi juga tidak percaya pada pasangan, maupun kepada diri sendiri. Sesuatu yang membuat kita mengambil keputusan terburu-buru. Ketika kita selalu memiliki perasaan tak aman bahwa kitaakan kehilangan pasangan kita suatu saat. Tak pernah puas akan pasangan kita, dan merasa terganggu dengan berbagai kekurangannya. Sesuatu yang membuat kita merasa gelisah dan stres ketika si dia tidak sedang bersama kita. Sesuatu yang membuat kita merasa gembira dan bersemangat, tapibukan bahagia dalam arti yang sesungguhnya. Sesuatu yang bisa membuat kita melakukan hal-hal yang bisa kita sesali nanti, tidak seperti cinta.

Ketika aku menulis ini, aku sedang mendengarkan lagu lama dari Garry Barlow (benar gak ya nulisnya??) Forever love......